Fikih Sosial | Kuliah 05
Keadilan Sosial: Sama Belum Tentu Adil
Pekan lalu kita mempelajari maṣlaḥah dan maqāṣid sebagai perangkat untuk menilai tujuan dan dampak hukum. Pekan ini kita melangkah lebih jauh: bagaimana menentukan bahwa sebuah aturan atau praktik sungguh-sungguh adil?
Fokus Pertemuan
Keadilan tidak hanya berbicara tentang niat baik atau perlakuan yang sama. Kita akan belajar melihat bagaimana aturan, struktur, distribusi sumber daya, dan lingkungan dapat menghasilkan pengalaman yang berbeda bagi kelompok yang berbeda.
Sebuah aturan dapat terlihat netral karena berlaku untuk semua orang. Tetapi kita perlu bertanya lebih jauh: siapa yang mudah mengikuti aturan itu, siapa yang menghadapi hambatan, siapa yang memperoleh keuntungan, dan siapa yang harus menanggung akibat paling besar?
Setelah Mengikuti Pertemuan Ini
Bacaan Sebelum Kelas
Baca Arif Maftuhin, Paradigma Fikih Sosial, Bab 4: “Islam dan Janji Keadilan Sosial”.
Jangan membaca Bab 4 hanya untuk mencari definisi keadilan. Perhatikan bagaimana buku tersebut menghubungkan wahyu, praktik kenabian, ketimpangan sosial, struktur kekuasaan, dan kelompok mustaḍ‘afīn.
- Mengapa keadilan dalam Islam tidak cukup dipahami sebagai nilai moral individual?
- Apa yang berubah ketika keadilan digunakan untuk membaca struktur, bukan hanya perilaku seseorang?
- Mengapa kelompok mustaḍ‘afīn perlu menjadi subjek dalam pembentukan hukum, bukan sekadar penerima belas kasihan?
Saat Membaca
Siapkan dua catatan pendek untuk dibawa ke kelas. Gunakan kata-kata sendiri dan sertakan nomor halaman dari Bab 4.
Temukan satu bagian yang menunjukkan bahwa suatu aturan, praktik, atau sistem dapat tampak benar atau netral, tetapi menghasilkan ketidakadilan dalam kenyataan.
Temukan satu bagian yang menunjukkan bagaimana pengalaman orang miskin, perempuan, difabel, atau kelompok mustaḍ‘afīn lain dapat mengubah cara kita menilai keadilan.
Video Pengantar
Yuk Siapkan Kuliahmu lebih baik. Tonton video kuliah 5.
Gunakan caption atau transkrip video jika Anda lebih nyaman mengikuti penjelasan melalui teks.
Sebelum Datang ke Kelas
- Baca Bab 4 Paradigma Fikih Sosial dengan tiga pertanyaan panduan di atas.
- Tulis dua catatan pendek beserta nomor halamannya.
- Siapkan satu contoh aturan atau praktik yang berlaku “sama untuk semua”.
- Pikirkan siapa yang mungkin paling kesulitan mengikuti aturan tersebut.
- Bawa buku atau catatan yang mudah Anda gunakan selama diskusi.
Apa yang Akan Kita Kerjakan di Kelas?
1. Menguji gagasan “sama untuk semua”
Kita mulai dari beberapa aturan yang tampak netral. Apakah perlakuan yang sama selalu menghasilkan keadaan yang adil?
2. Membaca struktur di balik aturan
Kuliah mini membantu kita membedakan persoalan individu dengan hambatan yang dihasilkan oleh sistem, lingkungan, distribusi sumber daya, dan relasi kekuasaan.
3. Mencari siapa yang tidak terlayani
Dalam kelompok, kita membaca satu kasus dari pengalaman pihak yang paling terdampak. Fokusnya bukan sekadar mengetahui siapa yang mengalami masalah, tetapi memahami mengapa masalah itu terus diproduksi oleh suatu aturan atau struktur.
4. Mengubah aturan, bukan sekadar membantu orang
Kelompok merumuskan perubahan yang diperlukan agar sistem menjadi lebih adil, inklusif, dan berpihak kepada mereka yang paling dirugikan.
Hasil Kerja Pertemuan 5
Pada akhir pertemuan, setiap mahasiswa menulis refleksi singkat secara individual.
Pilih satu aturan atau praktik yang selama ini Anda anggap wajar. Siapa yang ternyata paling dirugikan oleh aturan tersebut? Apa yang perlu diubah jika aturan itu dibaca dari perspektif mereka?
Aturan atau praktik yang dipilih; pihak yang terdampak; bentuk hambatan atau ketidakadilan yang ditemukan; serta perubahan yang menurut Anda diperlukan.
Saat menilai apakah sebuah aturan sungguh-sungguh adil, tanyakan:
Siapa yang diuntungkan? · Siapa yang dirugikan? · Apa yang harus diubah?
Comments
Thoughts, questions, and responses are welcome.
Posting Komentar